Timnas Indonesia Bertanding Melawan Jepang

Akhir bulan Maret tempo hari, timnas Indonesia U-19 langsungkan pertandingan uji-coba

kontra Tim nasional Jepang U-19. Pertandingan itu berjalan di Stadion Penting Gelanggang olahraga Bung Karno. Walau bermain dimuka simpatisan setia tim nasional Garuda, Egy Maulana Vikri dkk harus mereguk kekalahan di pertandingan itu dengan score 1-4 dari beberapa punggawa Samurai muda.

Walau terima kekalahan serta cuma dengan status pertandingan uji-coba, beberapa hal yang dapat dipelajari dari pertandingan itu.

Tidak hanya masalah peningkatan pemain muda, ada beberapa hal yang lain yang butuh disaksikan supaya tim nasional Indonesia U-19 bisa berkembang lebih baik nantinya hingga, hal ini jadi komponen penting yang butuh disaksikan oleh beberapa orang khususnya buat tim nasional Indonesia U-19.

Jalannya laga diawalnya pertandingan, beberapa punggawa Garuda muda sebenarnya dapat mendesak tim nasional Jepang U-19 di pertandingan itu. Sayangnya, beberapa punggawa Garuda lupakan baris pertahananya hingga, mereka harusnya kecolongan saat pertandingan baru saja berjalan pada menit ke-16. Sepakan mendatar yang dilepaskan oleh Miyashiro Taise dapat bawa tim nasional Jepang U-19 unggul terlebih dulu di pertandingan itu.

Gol Dari Jepang

Gol itu membuat beberapa punggawa Jepang semangat untuk meningkatkan keunggulan. Mujur, belumlah ada gol yang berlangsung sampai set pertama selesai. Di set ke-2, panorama yang sama masih berlangsung saat tim nasional Indonesia U-19 harus bertahan dalam meredam gempuran yang dilepaskan oleh beberapa punggawa Samurai muda di pertandingan itu.

Saat set ke-2 baru saja berjalan 3 menit, Yamada Kota telah sukses melipatgandakan keunggulan buat Jepang melalui gol yang dia bikin. 1 menit berlalu, Ando Mizuki bisa meningkatkan keunggulan Jepang melalui gol yang dia bikin dari sepakan keras yang dia mememperlancar. Dari sepakan penalti, Mizuki sukses kembali mencatat namanya di papan score. Jadi gol hiburan, Indonesia dapat cetak gol hiburan melalui Aji Kusuma yang berlangsung saat pertandingan akan selesai. Sampai laga selesai, score 4-1 masih tidak beralih hingga, Indonesia harus menerima kekalahan dalam pertandingan uji-coba ini atas tim nasional Jepang U-19 di pertandingan itu.

Pelajaran yang dapat diambil dari kekalahan atas Tim nasional Jepang U-19

Sebetulnya ada beberapa hal yang dapat kita lihat dari kekalahan tim nasional Indonesia U-19 atas Tim nasional Jepang U-19. Bila disaksikan, kualitas beberapa pemain sebetulnya tidak jauh dengan beberapa punggawa Jepang sebab, tim nasional Indonesia kelihatan bermain secara baik serta dapat mendesak tim nasional Jepang di menit awal. Sayangnya, kepaduan dan kesiagaan tim nasional Indonesia masih kurang dibanding tim nasional Jepang. Dengan gampang, beberapa punggawa Jepang dapat lakukan penetrasi dalam wilayah pertahanan tim nasional Indonesia hingga, Jepang dapat cetak 4 gol dengan gampang. Walau cuma dengan status pertandingan uji-coba, hal ini butuh diperhitungkan mengingat, beberapa punggawa Indonesia butuh belajar beberapa dari hal tersebut.

Tidak cuma hanya itu, aspek khusus yang lain yang butuh kita lihat ialah permasalahan mental yang masih jadi permasalahan penting yang ditemui oleh beberapa punggawa Indonesia di pertandingan itu. Saat kecolongan, beberapa punggawa Indonesia kelihatan bingung serta kesusahan dalam hadapi desakan yang dilepaskan oleh tim nasional Jepang hingga, Egy Maulana Vikri harus menelan kecolongan sekitar 3 gol . Tentu saja, hal ini jadi satu permasalahan besar yang menyebabkan beberapa orang tentu saja harus lihat kekalahan yang terkena oleh tim nasional Indonesia U-19 di pertandingan ini. Karena itu, ini diinginkan dapat jadi pelajaran bernilai buat beberapa punggawa tim nasional Indonesia supaya bisa bermain lebih baik nantinya.

Timnas U-19

Acara sepak bola paling besar serta paling berprestise akan digelar pas pada 14 Juni-15 Juni 2018 ini. Ya, piala dunia ini nanti akan ditayangkan di tiga stasiun tv nasional diantaranya Trans TV, Transvision serta Trans7.

Yang sangat menarik dari beberapa team yang dibagi ke beberapa group, ada Group A yang berisi Uruguay, Mesir, Rusia (tuan-rumah) serta Arab Saudi. Berikut agenda selengkapnya.

Kebanyakan orang tentu memiliki pendapat sama jika group ini group termudah, ditambah lagi buat Uruguay. Harusnya dapat lebih mulus meluncur ke set 16 besar sebab group A tidak diisi team-team neraka sekelas Jerman, Brazil maupun Prancis. Tentunya hal ini mengundang banyak kritik di media sosial mengingat tidak ada rintangan di sini.

Laga group ini dibuka di antara Saudi Arabia serta Rusia yang mana ke-2 team mempunyai score terendah dalam kompetisi. Jadi diyakinkan tidak ada yang istimewa dari laga dua negara ini.

Selain itu, hal berlainan akan berada di Uruguay sebagai hanya satu negara yang dijagokan akan menang, karena ada Luis Suarez sebagai pujaan di Barcelona. Tidak hanya Suarez, kelak akan ada Edison Cavani yang bela Paris Saint-Germain yang akan memperkuat Uruguay.

Dilain faksi, Mesir dapat juga diakui sebab mempunyai Mohamed Salah, salah satunya bintang Liga Inggris. Namun, walau mereka punyai anggota bagus seperti Salah, Mesir tidak punyai team kompak. Apalagi bila mengulas kelas kompetisi papan atas.

Tentunya, Uruguay-lah yang dapat jadikan dasar yang akan pimpin group A serta tempatkan Mesir dalam tempat ke-dua. Sesaat tempat ‘bontot’ kemungkinan akan diisi oleh Rusia serta Arab Saudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.